![]() View Full-Size Image |
Memoar Pulau Biru |
|
|
Price per Unit (piece):
Call for Pricing
|
||
| Ask a question about this product | ||
Penulis: Hersri Setiawan Kedua kader itu ditelanjangi oleh pemeriksa, dipaksa naik di atas meja interogasi. Dalam posisi tubuh telentang dan tengkurap menjadi satu, dililit kedua-duanya dengan kabel penyetrum, lalu dipaksa bersetubuh dan arus listrik dialirkan.\ *** Dengan Pemukul sebatang benda keras apa saja, dari gagang karaben sampai gagang cangkul, mereka hantami tubuh-tubuh telanjang tapol yang berlutut di tanah lapang. Semua tapol hanya bisa melindungi kepala dengan tangan masing-masing, atau yang di barisan belakang menyusupkan kepala mereka di bawah kaki kawan mereka yang di barisan depan? Sembilan tapol mati seketika di lapangan apel. *** Tugas tim Korve mayat ini setiap selesai apel pagi, dengan dikawal seorang petugas penjara pembawa kunci mengontrol sel demi sel, mengangkuti mayat-mayat yang ditemukan dan menggotongnya satu demi satu dimasukkan ke gerobak. Kemudian, dengan dikawal satu dua orang tentara, mereka menuju pantai, untuk menguburkan mayta-mayat itu disana. |
||
|
|
||
Recently Viewed Products
- MOHAMAD ROEM; KARIR POLITIK DAN PERJUANGANNYA (Category: Sosial & Politik)
- MEMOAR PULAU BURU (Category: Sosial & Politik)
- MASYARAKAT DAN NEGARA: SEBUAH PERSOALAN (Category: Sosial & Politik)
- Lapindo dalam Komik (Category: Sosial & Politik)
- Kisah Tragis 28 Penguasa (Category: Sosial & Politik)






















